دسته‌بندی نشده

Film Pendek Indonesia Raih Penghargaan Itff Di Bulgaria

Film Pendek Indonesia Raih Penghargaan Itff Di Bulgaria

Terbentuk sejak tahun 2007, ajang penghargaan Indonesia Movie Actor Awards ini wajib diperhitungkan juga bagi insan perfilman tanah air. Nah yang bikin menarik penghargaan ini karena terdapat dua jenis kategori yang dianugrahkan yaitu kategori terbaik dan terfavorit. Kategori terbaik dipilih berdasarkan penilaian dewan juri, beda lagi dengan kategori Terfavorit ini berdasarkan atas pilihan masyarakat sendiri. Ohh yaa dulunya penghargaan ini bernama Indonesian Movie Awards tapi sejak tahun 2016 baru berubah menjadi Indonesian Movie Actors Awards .

Berikutnya, datang dari film animasi Indonesia berjudul ‘Battle of Surabaya’. Film karya anak bangsa ini mendapat penghargaan internasional dalam ajang ‘Milan International Filmmaker Festival 2017’ di Italia.

Film yang diadaptasi dari novel karangan J.R.R. Tolkien ini bahkan berhasil memenangkan 11 penghargaan di ajang Academy Awards ke-76 termasuk dalam nominasi Best Picture, Best Director, Film Editing, dan masih banyak lagi. Temanya yang seringkali hanya seputar itu-itu saja terasa membosankan dan gampang diprediksi, sehingga banyak yang merasa malas jika harus menonton film Indonesia. Tapi industri perfilman kita ternyata tidak melulu seperti itu lho, dan bahkan banyak beredar film sukses yang mengharumkan nama Indonesia. Nyatanya ada juga film Indonesia yang diperhitungkan oleh dunia perfilman internasional. Hal ini terbukti dari berbagai penghargaan yang diperoleh dari sepuluh film berikut ini.

Acara presentasi PFA dijadikan sebagai bagian dari pembukaan pameran Dunia Hiburan Hong Kong. Pembuat film terkenal dan Pemain film terkenal dari seluruh dunia diundang untuk memberikan penghargaan kepada para pemenang di setiap kategori. Alhasil, film ini dinominasikan untuk 10 kategori penghargaan di ajang Academy Awards ke-86 dan sukses meraih 7 piala Oscar, termasuk kategori Best Actress, Best Picture, Best Cinematography, dan masih banyak lagi. Film rilisan tahun 1961 ini dinominasikan untuk 11 kategori di ajang Academy Awards ke-34, dan berhasil memenangkan 10 nominasi termasuk Best Picture, Best Supporting Actor, Best Supporting Actress, Sound, Cinematography, dan lain-lain.

Whitney: Film Dokumenter Whitney Houston Yang Ungkap Banyak Hal Mengejutkan

Sistem penjurian ini dirasa tidak efisien, karena dalam waktu relatif singkat juri harus melihat puluhan film dan harus selalu pada unsur-unsur film yang menonjol. Untuk mengapresiasi dan memotivasi para sutradara untuk membuat film diperlukan penghargaan yang diadakan untuk mencari film yang terbaik. Hal ini sangat bermanfaat karena ini bisa menjadi motivasi agar mereka terus berkarya dengan baik dan perfilman indonesia semakin maju. Dan menarik kita tunggu tahun 2018 ini siapa saja yang bakal memenangkan nominasi di tiap ajang tersebut.

pada tahun 2004, dan Sang Penari pada tahun 2011 – masing-masing memenangkan 4 piala dari 6 piala utama. Ibunda menang di kategori Film Terbaik, Penyutradaraan Terbaik, Pemeran Utama Wanita Terbaik, dan Pemeran Pendukung Wanita Terbaik – demikian pula dengan Sang Penari. menang di kategori Film Terbaik, Pemeran Utama Pria Terbaik, Pemeran Pendukung Pria Terbaik, dan Pemeran Pendukung Wanita Terbaik. Kriteria yang harus dipenuhi untuk menentukan film terbaik dalam Festival Film Indonesia adalah skenario, penyuntingan, penyutradaraan dan sinematografi. Pada tahun-tahun awalnya, dewan juri disodori semua film peserta dan langsung menentukan pemenangnya.

penghargaan film indonesia

Tak hanya itu saja, film Shakespeare in Love juga sukses memenangkan 7 nominasi penghargaan di ajang Academy Awards ke-71 untuk beberapa kategori; Best Actress, Best Picture, Best Supporting Actress, dan lain-lain. Bisa dibilang, film Indonesia inilah yang meraih paling banyak apresiasi dari dunia film internasional. Film ini pun dibintangi oleh Iko Uwais dengan sutradara yang sama di film Merantau yaitu Gareth Evans. Salah satu penghargaan yang didapat oleh The Raid adalah Audience Award dan Dublin Film Critics Circle Best Film pada 2012 di ajang Festival Film Internasional Dublin Jameson. Film selanjutnya yang bisa diperhitungkan di dunia perfilman internasional adalah Laskar Pelangi. Film ini didasarkan dari novel berjudul yang sama karya Andrea Hirata.

Film Terbaik Indonesia Kontroversial, Raih Penghargaan Bergengsi

Selain itu, dibagikan pula Piala Vidia untuk sinema elektronik dan film non-cerita (dokumenter, pendidikan/ penyuluhan/penerangan, dan pariwisata), Piala S. Tutur untuk poster film, serta Piala Mitra untuk kritik film . Oleh karena dalam beberapa festival juri tidak menentukan film terbaik, hal tersebut menimbulkan rasa ketidakpuasan di kalangan film, sehingga akhirnya di-putuskan bahwa dalam setiap FFI harus ada film terbaik. Kelompok ini diberi nama Komite Pengaju Unggulan dengan anggota 18 orang film dari semua unsur.

lapak online nonton film
penghargaan film indonesia

Sempat memiliki nama Indonesian Movie Awards, penghargaan ini pertama kali ada pada 2007. Cikal bakal terbentuknya penghargaan ini disinyalir atas kekecewan terhdap FFI 2006. Dalam kategori terbaik dipilih oleh juri, sedangkan terfavorit dipilih oelh masyrakat.

Enam komite berbeda dibentuk berdasarkan pada sektor pembuatan film di India, yang utamanya berbasis di Bombay, Kalkuta dan Madras bersama dengan kategori-kategori penghargaan. Komite lainnya untuk tingkat seluruh India juga dibentuk yang meliputi beberapa anggota dari komite kewilayahan. Pada Penghargaan Film Nasional ke-17, komite pusat dikepalai oleh Hakim G. D. Khosla. Adapun misi dari ITFF adalah untuk mempromosikan produksi film pariwisata dan merangsang agar film pariwisata semakin berkembang seiring tren perfilman dunia.

Meski turut terdampak, bukan berarti dunia film Tanah Air menjadi lesu. Sejumlah film justru bersinar meraih ragam nominasi hingga piala di acara penghargaan maupun festival film di dalam dan luar negeri.

Laskar Pelangi memenangkan beragam penghargaan baik nasional maupun internasional, seperti HIGNIS Award dalam Hong Kong International Film Festival dan Golden Butterfly Award di Iran. Pasalnya, film Posesif garapan sutradara Edwin dianggap tidak sah oleh beberapa kalangan mengikuti ajang FFI tahun itu karena belum dirilis di bioskop sampai hari pengumuman nominasi tanggal 5 Oktober 2017. Sebelumnya film Siti yang memenangkan Film Terbaik di FFI 2015 juga belum dirilis secara komersial sebelum pembacaan nominasi tapi sudah dirilis di beberapa bioskop terpilih, meloloskan Siti untuk FFI tahun itu. Pada Festival Film Indonesia 1984, FFI lagi-lagi tidak menetapkan peraih Piala Citra untuk Film Terbaik. Favorit pemenang, Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI karya Arifin C Noer oleh juri diangap bukan film cerita, tetapi lebih merupakan doku-drama. Sejak saat itu, FFI menetapkan aturan bahwa dewan juri harus memilih Film Terbaik. Sejauh ini, belum ada satupun film yang memenangkan keenam piala utama di penghargaan ini .

KPU hanya berusia satu tahun, selanjutnya diganti dengan Komite Seleksi yang beranggotakan sembilan orang. Festival Film Indonesia 2006 mengundang kontroversinya sendiri, ketika film Ekskul dinyatakan sebagai Film Terbaik. Penobatan Ekskul sebagai Film Terbaik menuai kontroversi dari Masyarakat Film Indonesia . Dimulai dari tahun 2012, perlahan Piala Maya ini menjadi perhatian khusus untuk pelaku industri film Indonesia. Walaupun masih berjalan lima tahun ajang penghargaan film Indonesia ini tidak menutup kualitas dalam penjurian disetiap nominasi yang dianugrahkan.

Berikut ini 10 rekomendasi film Indonesia pemenang penghargaan yang hadir di Netflix. Baik itu penghargaan lokal maupun internasional, berbagai tayangan ini akan semakin membuat kita bangga dengan karya-karya anak bangsa. Penilaian tahap pertama terhadap suatu film peserta yang dilakukan Komite Seleksi ditekankan pada unsur-unsur film yang lebih condong pada segi teknis. Penilaian terhadap bobot budaya dari film itu dilakukan pada tahap berikutnya oleh dewan juri. Selain memilih film, aktor, dan aktris pembantu, sutradara, sekenario, cerita asli film, tata fotografi, penyuntingan, tata musik, tata suara, dan tata artistik terbaik.

دیدگاهتان را بنویسید

نشانی ایمیل شما منتشر نخواهد شد. بخش‌های موردنیاز علامت‌گذاری شده‌اند *